Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Iklan Rokok Langgar Hak Konstitusi Anak

Iklan Rokok Langgar Hak Konstitusi Anak

Jumat, 30 Januari 2009 00:03 WIB

Penulis : Nurulia Juwita Sari
JAKARTA–MI: Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Perlindungan Anak), menilai iklan dan promosi produk rokok seharusnya dihapuskan. Mereka berpendapat, iklan rokok telah bermetamorfosa menjadi sesuatu yang normal, dan menjadi strategi pasar untuk membujuk anak menjadi perokok.

“Batas usia perokok semakin rendah dan karena itu menjadi sangat kausalitas, iklan juga alasan kenapa anak-anak menjadi perokok,” ujar Wakil Ketua Komnas Perlindungan Anak, M Joni, saat mendaftarkan permohonan Uji Materi di Mahkamah Konstitusi (MK), di Jakarta, Kamis (29/1).

Sebagai pengaju permohonan adalah Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat, serta dua orang anak,  Alvi dan Sekar, yang diwakili oleh kedua orang tua mereka.

Undang-udang yang dimohonkan untuk diuji adalah pasal 46 ayat (3) huruf C, Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran. “Kita mohon kepada MK untuk membatalkan UU tersebut, terutama sepanjang frasa yang memperagakan wujud rokok,” sambungnya seraya menambahkan, pihaknya menilai, UU tersebut bertentangan dengan pasal 28 UUD 1945.

Anak-anak, kata dia, telah menjadi korban dari iklan termasuk iklan rokok, padahal anak-anak memiliki hak konstitusional untuk dilindungi dari iklan promosi dan sponsor. “WHO pun mengakui bahwa rokok adalah zat adiktif. Perusahaan dan industri rokok juga sebenarnya sudah mendalilkan dan mengakui zat adiktif dalam rokok. Rokok itu satu keranjang dengan minuman keras, alkohol, dan zat psikotropika,” cetusnya.

Ia menambahkan, dalam UU penyiaran pasal 46 ayat 3 huruf B telah jelas dicantumkan, bahwa minuman keras dan zat adiktif dikualifikasikan sebagai benda yang tidak boleh diiklankan. Karena itu, sambungnya, rokok juga tidak boleh diiklankan seperti zat adiktif lainnya.

“Disinilah satu alasan kita mengapa pasal tersebut dikualifikasikan melanggar hak konstitusional anak dan remaja, serta melanggar kepentingan konstitusional kita untuk mendapat informasi yang sehat, tidak merugikan seni budaya, kesejahteraan dan kualitas hidup bagi anak-anak,” tandasnya. (NJ/OL-03)

Leave a Reply