Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Kampanyekan Antikonsumerisme bagi Perempuan

Kampanyekan Antikonsumerisme bagi Perempuan

 Sunday, 04 May 2008

Desainer terkemuka dunia,Vivienne Westwood,67,mendapatkan penghargaan atas kontribusinya yang besar pada dunia fesyen.

MANTAN gurusekolahdasaritu mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas Heriot-Watt di Edinburgh, Inggrispertengahan Aprilyanglalu. Vivienne, yang mendesain pakaian lebih dari tiga dekade lamanya, layak mendapatkan gelaritu.Meskibegitu,diamengaku aneh mendapati kenyataan sering mendapat penghargaan.

”Saya sebenarnya hanya pembaca, tapi saya menerima gelar ini karena kemampuan saya,”tuturnya kepada BBC. Vivienne menyatakan dirinya akan menggunakan gelar itu untuk memperjuangkan program-program mulai seni, lingkungan, hingga hak asasi manusia.”Saya melakukan penelitian dalam semua bidang. Saya pun memiliki opini tentang apa yang ada di bumi ini.

Hasilnya, saya memiliki program,”ujarnya. Perempuan kelahiran 8 April 1941 di Tintwistle,Glossop, Derbyshire, Inggris ini suka berunjuk rasa untuk memperjuangkan pendapatnya. Dia dikenal sebagai aktivis politik.Tidak jarang, dia terjun langsung menyuarakan pendapat memperjuangkan kaum tertindas.Pada September 2005,Vivienne bergabung dengan kelompok hak asasi manusia (HAM) Liberty.

Dia membuat kaus bertuliskan ”Saya Bukan Teroris, tolong jangan tangkap saya”. Dia mendukung penuh dana ataupun turun ke jalan untuk mengampanyekan HAM. ”Saya ingat ketika masih sekolah, guru pelajaran sejarah, Mr Scott. Dia menjelaskan tentang semua orang memiliki hak yang sama di depan hukum,”ujarnya. Pada Paskah 2008 lalu, Vivienne ikut berunjuk rasa mendukung perlucutan senjata nuklir di Berkshire.

Baginya, senjata nuklir mengancam keselamatan manusia di seluruh dunia. Vivienne disebut banyak pihak sebagai perempuan yang tidak lepas dari kontradiksi. Dia menolak klaim perempuan lekat dengan budaya konsumerisme. Dia mengampanyekan antikonsumerisme bagi kalangan perempuan. Tidak mengherankan, apa yang diperjuangkannya bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya. Tapi dia tidak peduli. ”Inilah saya,”tegasnya.

Bahkan, Vivienne juga pernah mengampanyekan antifesyen.Aneh bukan? Baginya, perempuan dan lelaki harus melaksanakan prinsip yang efisien dan efektif dalam membeli pakaian,bukannya membeli tanpa perhitungan. Semua pernyataannya dibuktikan,salah satunya dia membuat kaus bertuliskan ”Saya Mahal” dengan harga Rp1,84 juta.

Kampanyenya yang juga terkenal, antara lain seruan untuk jangan membeli pakaian banyak-banyak. ”Beli pakaian secukupnya,”serunya. Tak ayal,banyak kalangan yang menilai sikapnya yang unik itu justru menarik perhatian. Seorang desainer seharusnya menyarankan para pembeli untuk membeli pakaian sebanyak-banyaknya, tapi Vivienne tidak melakukan itu.

”Semua yang dilakukan orang harus sempurna, sama seperti kamu menyusun kartu membentuk sebuah bangunan,”ujarnya. Kariernya di bidang fesyen tidak diragukan lagi.Pengaruh dan gaya busana yang ditawarkan desainer kelahiran Inggris ini kerap menjadi inspirasi rekan-rekan dan yuniornya. Dia sosok desainer yang konsisten dengan gayanya yang urakan.

Tidak heran jika kalangan pencinta mode Eropa menyebut koleksi Westwood sebagai Funk Style, yang pada masa awalnya belum begitu dikenal. Dia juga dijuluki Ratu Punk. Dia kenal bagi pencinta dandanan unik.Meski usianya tidakbisadibilangmuda,kreasi baju rancangannya tetap up to date, energik, dinamis, dan lekat dengan anak muda. Vivienne memang selalu ingin membuat desain baju yang punya ”magnet”, membuat semua orang tertarik memakai.

Minimal, menikmati rancangannya ketika ditampilkandalamperagaanbusana kelas dunia. Dia dipercaya grup musik beraliran punkSex Pistols buat merancang semua keperluan panggungnya. Suami keduanya,Malcolm McLaren, dikenal sebagai manajer Sex Pistol. Gaya urakan yang biasa dibawakan Westwood pada busananya dikemas dalam berbagai potongan.Mulai gaun malam hingga gaya busana seharihari. Namun, yang paling dikenal dari Westwood adalah desainnya yang kerap menggunakan siluet lebar bervolume dengan efek shocking melalui detail-detailnya. (andika hendra mustaqim)

Leave a Reply