Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Peredaran Narkoba DIY Nomor Dua, 25% Perempuan

Peredaran Narkoba DIY Nomor Dua, 25% Perempuan

Okezone.com, 14 Februari 2008YOGYAKARTA - Penyalahgunaan narkotika dan obat-oban terlarang lainnya (narkoba) di Yogyakarta sangat mengkhawatirkan. Perkembangan peredaran dan pemakaian barang haram itu di kota pelajar ini terus meningkat.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk peredarannya, Yogyakarta menduduki urutan nomor dua setelah Jakarta. Sedangkan untuk pemakainya menempati ururan ke-9 secara nasional.

“Peredaran narkoba di Yogyakarta nomor dua setelah Jakarta dan untuk pemakaian nomor sembilan secara nasional. Dari jumlah ini 25% adalah perempuan,” ungkap anggota BNN Kuncoro di kampus UGM, Kamis (14/2/2008).

Kuncoro mengatakan meningkatkan penyalahgunaan narkoba ini, selain karena faktor ekonomi juga disebabkan lemahnya pengawasan dan pengendalian dari aparat penegak hukum.

Sehingga dengan melihat fakta ini, maka perlu adanya langkah preventif, terutama dalam hal pengawasan dan penegakan hukumnya harus jelas. Apalagi Yogyakarta merupakan kota pelajar.

Jadi, jika hal ini tidak ditanggulangi secepatnya, maka akan mempengaruhi Yogyakarta, khususnya generasi mudanya.

Untuk itu, perlu adanya konsolidasi dari semua elemen dalam menanggulangi dan mencegah meluasnya peredaran narkoba ini di masyarakat.

“Konsolidasi ini, bisa dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Kuncoro yang juga pakar psikologi dari UGM ini juga mengharapkan agar aparat penegak hukum harus tegas dalam menerapkan hukuman kepada mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba ini, baik kepada pengedar maupun pemakainya.

Untuk itu, aparat penegak hukum perlu menerapkan hukuman mati, terutama bagi pengedar dan bandar narkoba.

“Mengingat selama ini kebanyakan yang mendapat hukuman hanya mereka pemakai sekaligus korban dalam penyalahgunaan narkoba ini,” paparnya.

Koordinator Jaringan Pemantau Peradilan Yogyakarta Baharuddin mengatakan agar aparat penegak hukum harus tegas dan berani dalam memberikan sanksi serta hukuman bagi mereka yang terbukti melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba ini.

Sebab selama ini, yang mendapat tindakan kebanyak pemakainya. Namun bandar, pengedar, atau produsennya belum tersentuh. (Priyo Setyawan/Sindo/jri)

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/02/14/1/83578/peredaran-narkoba-diy-nomor-dua-25-perempuan

Leave a Reply