Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Radio Korbankan Idealisme untuk Bertahan Hidup

Radio Korbankan Idealisme untuk Bertahan Hidup

Senin, 28 April 2008 | 12:10 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Banyak radio mengorbankan idealisme demi kepentingan komersial. Ini menjadi problem klasik radio ketika harus bertahan di tengah ketatnya persaingan antarradio di DI Yogyakarta.

“Ini realitas yang terjadi dan tak bisa dihindari karena bagaimanapun radio harus bertahan hidup,” ujar Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah DIY Rahmat Arifin seusai melakukan evaluasi dengar pendapat (EDP) terhadap pemohon radio Arma 11 yang berpindah dari kanal AM ke FM, Sabtu (26/4).

Sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2003 tentang Rencana Induk (Masterplan) Frekuensi Radio Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus untuk Keperluan Radio Siaran FM, DIY mendapat jatah 42 kanal FM yang semuanya sudah terisi. Arma 11 adalah salah satu pemohon yang tengah mengurus izin penyelenggaraan penyiaran (IPP). Diperkirakan KPID masih harus melakukan EDP terhadap dua radio komunitas dan sekitar 10 radio komersial yang tengah memperbaharui IPP. IPP harus diperbaharui tiap lima tahun.

Mengambil contoh kasus Arma 11, Rahmat menilai radio ini sudah semakin mengurangi porsi perjuangan sebagaimana misinya dulu. Radio Arma 11, sebagaimana dikatakan Direkturnya, Bambang Supratikno, didirikan untuk meneruskan semangat perjuangan pahlawan angkatan 1966 yang membasmi komunisme di Indonesia. Program-program dahulu banyak ditujukan untuk masyarakat pinggiran kota dan generasi tua.

“Seiring perkembangan zaman, visi berubah. Radio lebih dipusingkan dengan persoalan cara bertahan,” ujar Rahmat.

Hal itu juga menjadi keprihatinan anggota KPID DIY, Ki Gunawan. Ia mengkritik program-program Arma 11 yang tak lagi banyak membuka ruang bagi program dengan spirit perjuangan.

Salah satu alasan ialah keputusan Arma 11 untuk memosisikan diri sebagai radio yang menyiarkan lagu dangdut. Musik dangdut dianggap mampu menarik pasar dan penonton yang besar. “Sekarang ini muatan dangdut lebih dominan daripada program bermuatan perjuangan,” ujarnya.

Ki Gunawan misalnya mengusulkan perlunya program tentang kaum muda yang aktif dalam gerakan-gerakan mahasiswa. “Spirit perjuangan yang dibawa Arma 11 harus dikontekstualisasikan sesuai perubahan zaman,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bambang Supratikno mengakui Arma 11 memang menggunakan dangdut untuk menarik pasar. Namun, visi dan misi yang diperjuangkan masih tetap diaplikasikan pada programnya meskipun tidak banyak. “Kami masih punya acara ronda juga ketoprak. Mungkin tidak banyak acara seperti itu di radio di DIY,” katanya. (A11)

Leave a Reply