Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » PSK AIDS Jatim Masih Layani Tamu

PSK AIDS Jatim Masih Layani Tamu

Senin, 31 Maret 2008 | 07:22 WIB

PEKERJA  Seks Komersial (PSK) yang positif mengidap virus mematikan HIV/AIDS ternyata banyak yang masih beroperasi melayani lelaki hidung belang yang menjadi tamunya. Kenyataan itu terjadi hampir merata di lokalisasi-lokalisasi yang resmi maupun tak resmi/terselubung di Jatim.

Di antaranya di Kabupaten Tulungagung, Malang, Kediri, Jember dan Kota Surabaya. Pemerintah Daerah tak bisa menyuruh para PSK itu berhenti beroperasi lagi, karena memang larangan seperti itu tidak akan efektif. Bahkan, justru kontraproduktif. Selain itu, pelarangan bisa dinilai sebagai pelanggaran hak azasi.

“Kenyataannya PSK yang mengidap HIV/AIDS memang masih bisa beroperasi melayani tamu. Di Tulungagung, ada sekitar 20 persen PSK yang rentan menularkan penyakit seks menular dan HIV/ AIDS kepada orang sehat yang bertamu,” kata dr Baharudin Budi Santoso, Kasubdin Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Jumat (28/3).

Upaya maksimal Dinkes untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS itu, tambah Baharudin, adalah dengan menyarankan para PSK itu menyediakan kondom saat melayani tamunya. Selain itu, juga mengimbau para PSK untuk mengontrol kesehatan secara rutin.

Adanya PSK yang mengidap HIV/AIDS juga diakui oleh Deddy Sosialisto, Kasi Rehabilitasi Anak, Penyandang Cacat dan Tunasusila, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Namun, dia belum bisa menyebut jumlah pastinya.

Sedangkan di Kota Malang, tahun lalu saja, ada setidaknya 8 PSK yang terdeteksi positif HIV/AIDS setelah melakukan Voluntary and Counseling Test (VCT) di rumah sakit setempat.

Dalam menangani PSK seperti itu, pemerintah daerah biasanya menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli penderita HIV/AIDS. Sebab, kata Deddy, penanganan oleh pemerintah saja tak akan banyak menyelesaikan dan menyentuh langsung para PSK pengidap HIV.

Menurut Manajer Kasus LSM Global Fund, Zainurrohman, ada sekitar 4-5 orang dari 19 orang pengidap HIV/AIDS di Tulungagung yang didampinginya, yang berlatar belakang PSK, dan masih aktif bekerja. Sisanya ada yang berlatarbelakang pengguna narkoba.

Sebagai pendamping, Zainurrohman mengaku hanya melakukan pengawasan dan pengarahan agar para PSK tersebut mau rutin minum obat anti retro viral (ARV) untuk menghambat penyakitnya. Juga, agar melakukan pemeriksaan berkala.

“Tak bisa melarang mereka beroperasi. Kami juga nasihati untuk menerapkan safe sex atau seks aman sehingga mengurangi risiko menularkannya kepada orang lain. Misalnya dengan memakai kondom saat melayani tamu,” kata Zainurrohman.

Dian Wahyuningsih dari LSM Genta mengatakan, mengungkapkan jumlah PSK penderita HIV/AIDS bisa-bisa malah akan menggagalkan upaya menekan penyebaran penyakit yang belum ada obat mujarabnya itu.

“Mereka bisa tambah dikucilkan nanti. Dan itu justru tak kondusif bagi penanganannya. Masih tinggi stigma di masyarakat terhadap PSK yang menderita HIV/AIDS,” kata Dian yang bersama LSM Genta turut mendampingi PSK pengidap HIV di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

“Kami tekankan para PSK pengidap HIV agar memakai kondom untuk hubungan seks yang aman dengan klien atau siapapun. Jika tidak, itu bisa membahayakan dirinya sendiri. Terutama kalau klien PSK itu ternyata juga pengidap HIV. Jika melayani klien pengidap HIV tanpa kondom, virus di tubuh PSK itu akan meningkat. Tipenya akan lebih kompleks,” terang Dian, Direktur LSM Genta.

Bagaimana pun, Dian mengakui bahwa tidak mudah melakukan pendampingan pada PSK pengidap HIV/AIDS. Dibutuhkan manajer kasus dan konselor yang andal.

Berdasarkan data yang ada, jumlah PSK yang beroperasi di enam lokalisasi di Surabaya pada tahun 2007 mencapai 4.191 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan angka tahun sebelumnya yang mencapai 8.009 PSK. Terbanyak berada di lokalisasi Jarak (2.543 orang) dan urutan kedua di lokalisasi Tambakasri (1.600 orang).ais/st4/st16/st9/ida

Leave a Reply