Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Korban Meninggal Akibat AIDS di Jateng Terus Bertambah

Korban Meninggal Akibat AIDS di Jateng Terus Bertambah

Republika Online, 17 Maret 2008
Semarang-RoL– Bertambahnya pengidap HIV dan penderita AIDS di Jawa Tengah belakangan ini sangat memprihatinkan karena hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang ditempuh kurang berhasil.

Menurut anggota Komisi E DPRD Jateng Siti Aisyah Dahlan di Semarang, Senin, ada kecenderungan kenaikan kasus kesakitan (incidence rate-IR) akibat penyakit menular di Jateng, terutama HIV/AIDS sehingga harus ada perhatian sangat serius.

“Gejala ini sangat memprihatinkan. Bukan hanya masalah tingginya angka kematian namun juga cepatnya penyebaran penyakit mematikan yang satu ini,” katanya.

Jumlah pengidap HIV pada tahun 2006 tercatat 830 orang dan 240 terkena AIDS. Dari total penderita AIDS, 137 orang di antaranya meninggal.

Setahun kemudian kasus HIV/AIDS di Jateng melonjak, dengan rincian 962 orang mengidap HIV dan 329 orang positif AIDS. Dari jumlah ini, sebanyak 156 pengidap AIDS menemui ajal.

Jumlah sebenarnya pengidap HIV dan penderita AIDS di Jateng ini diperkirakan jauh lebih besar lagi karena hal ini seperti fenomena gunung es, hanya terlihat permukaannya, sedangkan bagian terbesar di bawahnya tidak kelihatan.

Menurut dia, melonjaknya jumlah kasus HIV/AIDS di Jateng harus diketahui penyebabnya, baik mengenai tipe maupun jenis media penyebarannya. “Harus ditemukan pola penyebaran yang utama. Setelah diketahui barulah kita dapat melakukan gerakan untuk menangggulangi penyakit berbahaya ini,” katanya.

Identifikasi peyebaran penyakit ini harus dilakukan dengan mengetahui latar belakang para korban secara detail, apakah tertular karena hubungan seks , transfusi darah, atau melalui jarum suntik.

“Kerja sama dengan penderita menjadi kunci dari identifikasi masalah ini. Mereka harus mau berbagi informasi untuk menyelamatkan penduduk Jateng yang lain,” katanya.

Selain masalah HIV/AIDS, menurut Aisyah, penyakit menular lain yang masih banyak ditemukan di masyarakat adalah tuberkulosis (TB) dengan jumlah penderita sebanyak 8.356 orang, sedangkan yang terserang demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 18.550 orang.

Kenaikan jumlah penyakit menular menunjukkan pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta belum optimal. Menurut dia, seharusnya 45 rumah sakit pemerintah daerah, dua RS Pemerintah Pusat, tiga RS Pemprov Jateng, 102 RS swasta, serta 850 puskesmas mampu memberi pelayanan optimal kepada warga.
“Namu ternyata belum mampu mengatasi problem kesehatan warga Jateng,” katanya.

Aisyah menilai perlu ada peningkatan pola hidup sehat masyarakat yang diwujudkan melalui pembiasaan budaya sehat dalam keluarga. Pendekatan kuratif tidak banyak menekan jumlah kasus penyakit, karena itu perlu perubahan paradigma kesehatan menjadi preventif dan promotif melalui budaya hidup sehat. antara/abi

Leave a Reply