Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Tes Kit HIV yang Akan Kedaluwarsa Beredar

Tes Kit HIV yang Akan Kedaluwarsa Beredar

Suara Pembaharuan, Rabu, 26 Maret 2008

[JAKARTA] Ketua Kajian Penanggulangan Penyakit Menular Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Pandu Riono, mengungkapkan, saat ini tes kit HIV bermerek dagang Ora-Quick telah beredar di Jakarta dan Papua, dengan masa kedaluwarsa Juni 2008. Tes kit ini dikirim oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DKI Jakarta.

Pandu kepada SP, di Jakarta, Rabu (26/3), mengemukakan, tes kit itu dikirim juga ke klinik lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di DKI Jakarta dengan total 22.000 buah, dan Dinas Kesehatan Papua dikirim 30.000 buah. Sedangkan yang masih tersimpan di gudang Departemen Kesehatan sekitar 50.000 buah.

Namun, menurut Pandu, pada umumnya petugas klinik yang memberikan layanan tes HIV merasa heran dengan keberadaan HIV tes kit yang tidak pernah didengar atau belum masuk dalam daftar tes HIV yang sudah diuji resmi dan dapat dipakai untuk pelayanan tes HIV di Indonesia.

Dia mengatakan, sebelum dapat dipakai, tes kit itu harus melewati proses uji tes oleh laboratorium rujukan nasional, laboratorium milik Departemen Kesehatan dan milik RSCM. Namun, penelitian hanya dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Depok bekerja sama dengan RS Duren Sawit dan dibiayai oleh pemasok Ora-Quick, PT Biotech Farma yang masih satu group dengan PT Bersaudara.

Hal lainnya, ujar Pandu, pembelian produk tes kit HIV harus sebanyak tiga produk, dengan merek dan jenis tes yang berbeda. Hal ini, katanya, merupakan prosedur untuk melakukan tes HIV, untuk mendapatkan hasil yang akurat dan maksimal dan menghindari false positive.

“Dengan dana yang dikeluarkan pemerintah sekitar Rp 30 miliar untuk membeli produk ini, tentu nantinya menjadi sia-sia saja. Karena berarti produk ini harus segera dipakai, tanpa terlebih dulu melewati proses uji tes dan persiapan untuk petugas-petugas klinik,” ujarnya.

Menurutnya, produk ini dibeli oleh orang-orang yang tidak mengerti program dan pelayanan HIV/AIDS dengan baik. Hal ini, katanya, sangat berbahaya dan melanggar hukum untuk memakai produk yang akan kedaluwarsa, terutama yang berhubungan dengan kesehatan.

“Tidak seharusnya pemerintah membeli produk yang akan kedaluwarsa. Yang pasti, ada pertanyaan atas terbitnya surat KPA Provinsi DKI yang akan menggunakan Ora-Quick yang ditandatangani oleh Rohana Manggala ini,” tuturnya.

Dia menegaskan, tugas KPA nasional dan KPA provinsi bukan untuk memutuskan tentang pemakaian produk tertentu, jenis dan merek tes HIV yang akan dan boleh dipakai di wilayahnya.

“Ini menimbulkan pertanyaan, kenapa sampai KPA provinsi DKI mengeluarkan surat tersebut? Apa kepentingannya? Pertanyaan lain, kenapa ada juga yang memborong Ora-Quick di tingkat nasional? Betulkah terkait dengan pencairan dana Askeskin? Benarkah DPR memaksa Departemen Kesehatan untuk memborong Ora-Quick yang mau expired tersebut?” kata Pandu yang juga direktur Penelitian dari Yayasan AIDsina. [MRS/S-26]

Leave a Reply