Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Penanggulangan HIV/AIDS harus Berperspektif Perempuan dan HAM

Penanggulangan HIV/AIDS harus Berperspektif Perempuan dan HAM

Republika Online, 11 Maret 2008Yogyakarta-RoL– Pemerintah dalam upaya menanggulangi penyebaran virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS (HIV/AIDS) hendaknya berperspektif perempuan dan HAM sehingga tidak terjebak pada persoalan medis semata.

“Sedangkan gerakan HAM diharapkan berperspektif perempuan dan HIV/AIDS,” kata Koordinator Jaringan Gerakan HIV/AIDS Rahayu Aji Asmoro pada diskusi Membangun Sinergisitas Gerakan HIV/AIDS di Yogyakarta, Selasa.

Selama ini yang menjadi perhatian pemerintah cenderung persoalan medis saja, sementara gerakan HAM hanya fokus pada isu-isu besar seperti kehilangan orang dan ‘pembantaian massal’ oleh pihak tertentu. “Persoalan kompleks HIV/AIDS kurang mendapat perhatian,” kata dia.

Selain pemerintah dan gerakan HAM, gerakan perempuan juga hendaknya tidak membiarkan proses keterpaparan virus (HIV) pada kalangannya sendiri.

“Mereka diharapkan menyadari bahwa salah satu hak perempuan yang harus ditegakkan adalah aman dari HIV/AIDS,” katanya.

Menyinggung penanggulangan HIV/AIDS di Yogyakarta, ia mengatakan sampai saat ini belum ada kebijakan khusus yang secara efektif mampu memutus mata rantai penularannya pada pekerja seks.

“Mereka belum dilindungi dengan pemberian informasi memadai tentang HIV/AIDS atau mendapat layanan kesehatan yang baik, tetapi justru dipandang sebagai ‘residu’ yang harus dibersihkan,” katanya.

Konsekuensinya, kata dia, razia menjadi tindakan represif yang dianggap tepat oleh pemerintah daerah. Razia tidak jarang disertai dengan kekerasan dari aparat, seperti menyeret paksa dan bahkan dilecehkan.

“Padahal cara ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM yang sering dialami para pekerja seks,” katanya. antara/abi

Sumber: http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=326579&kat_id=23

Leave a Reply