Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » Dinkes Akan Deteksi HIV/AIDS Dengan Oral Quick

Dinkes Akan Deteksi HIV/AIDS Dengan Oral Quick

Jayapura- Cendrawasih Pos (8/3). Untuk mendeteksi seseorang apakah tertular penyakit HIV/AIDS atautidak, yang selama ini tesnya melalui darah sehingga prosesnya lebih sulit, makakedepan akan diperkenalkan sebuah alat yang disebut oral quick. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Bagus Sukaswara menjelaskan, Oral Quick ini adalah
suatu tes yang menggunakan sistem immunologis. “Alat ini bisa dipakai untuk
memeriksa HIV/AIDS dengan menggunakan darah, dengan serum , dengan plasma dan
bisa juga dengan air liur,”jelasnya.
Untuk pemeriksaan dengan air liur caranya yaitu dengan memasukkan alat itu
kedalam mulut tepatnya ditaruh diantara gigi dan pipi, kemudian alat itu
dicelupkan kedalam reagennya. “Setelah ditunggu diantara 20-40 menit, maka
hasilnya sudah bisa ketahuan. Ini lebih praktis, lebih mudah dioperasionalkan
dan lebih tahan terhadap perubahan”ujarnya.
Dikatakan, alat ini belum distandarisasi menjadi screening test. Meski begitu,
pihaknya akan melakukan standarisasi untuk membandingkan apakah hasilnya akan
sama screening tes yang lain. ”Di mumult virus itu kan necil, tetapi mengapa
bisa terdeteksi. Sebab alat itu tidak mendeteksi virus, namun ia mendeteksi apa
yang disebut immuoglobin. Ini tidak menuar sehingga bagi pemeriksanya jauh lebih
aman.”katanya.
Ditegaskan, upaya untuk memeriksa HIV/AIDS dengan alat ini di Papua bukan untuk
coba-coba. ”Kami akan lakukan pemeriksaan iru bersamaan dengan menggunakan
screening tes yang lain. Ini dilakukan di Papua karena kecenderungan untuk
menjadi positif lebih banyak, dimana saat ini Papua masih menempati posisi
HIV/AIDS yang cukup tinggi. Jika dibikin di Kalimantan Tengah kan tidak mungkin,
nanti di sana hasilnya negatif-negatif terus,”tegasnya.
Lanjutnya, pengujian itu tidak hanya yang positif, yang negatif juga akan diuji.
Dimana pemeriksaan tersebut mestinya dimulai sejak Januari lalu, namun karena
anggaran DIPA-nya Depkes belum sepenuhnya keluar , sehingga pelaksanaan
pemerksaan menjadi mundur. (mud)

Leave a Reply