PARA ODHA USIA PRODUKTIF
|
JAKARTA- Jawa Pos (6/3) Penyebaran dan penularan HIV/AIDS di DKI Jakarta makin memprihatinkan saja. Data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional menyebut, Jakarta termasuk kota dengan kasus HIV/AIDS terbanyak. Hingga akhir September 2007, tercatat ada 2.849 orang yang positif menderita penyakit mematikan tersebut.
Itu berarti, jumlah penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta mencapai 27,43 persen dari total 10.384 kasus pada skala nasional. Ironisnya, 54,05 persen penderita berada pada usia produktif yakni 20-30 tahun disusul usia 30-39 tahun dan usia 40-49 tahun.
“Usia 20-30 merupakan penderita terbanyak HIV/AIDS,” ujar Kepala Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DKI Jakarta Rohana Manggala.
“Kalau di usia 20-30 sudah positif HIV/AIDS, itu berarti pergaulan bebas sudah dilakukan sejak mereka masih di bangku SMP atau SMA.” Itu sebabnya, KPA DKI Jakarta tengah menyosialisasikan pentingnya pendidikan seks di sekolah-sekolah. Bukan hanya minimnya pengetahuan seks, kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang HIV/AIDS itu sendiri disinyalir menjadi salah satu penyebab terus meningkatnya jumlah ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di DKI Jakarta. Makin seriusnya penyakit HIV/AIDS di ibukota menjadi perhatian pusat kebudayaan Perancis CCF Jakarta dengan menggelar acara bertajuk SIDA L’espoir nait du partage du savoir (AIDS, harapan lahir dari pengetahuan).
“Memahami dan mengenal virus AIDS merupakan titik awal memberantasnya. Dengan mengetahui berbagai informasi mengenai AIDS, berarti kita melindungi diri sendiri dari penyakit itu,” ujar Mouna dari CCF Jakarta. Acara yang digelar hingga 16 Maret mendatang itu menampilkan 16 poster besar berisikan beragam informasi mengenai AIDS. Mulai dari definisi penyakit AIDS, bagaimana pencegahannya, penularannya hingga berbagai penelitian yang dilakukan untuk menemukan obat untuk penyakit tersebut. “Poster-poster ini didatangkan langsung dari Perancis.” Selain pameran poster, CCF Jakarta juga memutar film dokumenter dan mengadakan diskusi terbuka mengenai AIDS. Di sudut ruang pameran, panitia juga menyediakan beragam brosur dan pamflet yang berisikan informasi lengkap mengenai AIDS serta kotak khusus berisikan kondom gratis.
“Kita ingin memperluas wawasan tentang AIDS dan memberikan informasi penting tentang pencegahan penyakit ini,” tutur Mouna. Masih kurang puas? Panitia sengaja menyediakan kotak pertanyaan. Nantinya, setiap pertanyaan menyangkut AIDS itu akan dijawab secara personal baik melalui telpon ataupun email. (eos) |