Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » WAJIB PAKAI MASKER, DILARANG PANGKU JENAZAH

WAJIB PAKAI MASKER, DILARANG PANGKU JENAZAH

SURABAYA-Jawa Pos (6/3) - Memandikan  jenazah yang terkena penyakit menular seperti HIV/AIDS tidak bisa  sembarangan. Ada teknik khusus yang harus dipatuhi para mudin. Salah satunya, wajib mengenakan universal precaution (UP). Yakni, standar  perlengkapan kesehatan yang terdiri atas penutup kepala, masker, gogle  (penutup hidung), sarung tangan, pakaian steril, dan sepatu bot.

 

“Cara  memandikannya tetap sama. Hanya, jenazah penderita HIV/AIDS tak boleh  dipangku seperti ketika memandikan jenazah yang terkena penyakit lain,”  jelas dr Eddy Suyanto SpF SH ketika menjadi pembicara pelatihan para mudin  se-Surabaya di kantor PW NU kemarin (5/3).

 

Awalnya, 35 peserta mudin pria  dan wanita itu diajari cara menggunakan UP. Dimulai dari menggunakan penutup  kepala hingga sepatu bot. Sebab, kebanyakan mudin tersebut tak tahu kegunaan  UP itu.

 

“Memang terlihat ribet dan aneh. Namun, UP harus digunakan  karena bisa mencegah mudin tersebut dari penularan penyakit HIV/AIDS,” tegas  Eddy.

 

Setelah itu, para mudin diajari cara memandikan jenazah ODHA  (orang dengan HIV/AIDS). Menurut Eddy, ada beberapa persiapan yang harus  dilakukan sebelum memandikan jenazah ODHA. Yakni, dipastikan air bekas  memandikan jenazah ODHA bisa langsung mengalir ke got atau saluran  pembuangan.

 

Selain itu, air jangan sampai tergenang. Sebab, genangan  tersebut memungkinkan terjadinya penularan virus lain selain HIV/AIDS. “Air  yang dipakai harus clorin supaya virus yang berpotesi menularkan bibit  penyakit bisa mati,” ujar dokter spesialis forensik RSU dr Soetomo tersebut.  

 

Ketika membersihkan jenazah ODHA, para mudin tak boleh memangkunya. Cara  itu bukan berarti mudin memperlakukan jenazah dengan tidak hormat. “Jenazah  tetap diletakkan di tempat tidur, sementara mudin membersihkan jenazah.  Setelah itu, sesegera mungkin jenazah dikafani dan dimakamkan,” katanya.  

 

Dia menyatakan, tak ada perbedaan teknik mengafani jenazah. Para mudin  tetap menggunakan UP ketika mengafani jenazah ODHA. “Masyarakat jangan  berpikir tindakan tersebut merupakan bentuk diskriminasi. Tapi, itu upaya  melindungi mudin agar tidak tertular penyakit yang sama,” ungkapnya.  (ai/oni)

Leave a Reply