Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/kliping/wp-includes/theme.php on line 623
slametriyadi.com » Blog Archive » BANYAK KELOMPOK BERESIKO HIV/AIDS DI BANDA ACEH

BANYAK KELOMPOK BERESIKO HIV/AIDS DI BANDA ACEH

Republika Online, 4 Maret 2008Banda Aceh-RoL– Kota Banda Aceh memiliki banyak kelompok berisiko HIV/AIDS pascatsunami 26 Desember 2004 karena masuknya orang asing ke daerah itu.

“Dengan terbukanya Aceh pascatsunami dan masuknya warga asing menjadikan Kota Banda Aceh mempunyai banyak kelompok berisiko HIV/AIDS,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr Media Yulizar di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu dikatakan saat pengukuhan dan sosialisasi Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) Banda Aceh. Meskipun belum ditemukan kasus HIV/AIDS, cukup banyak orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di daerah ini, katanya.

Media mengaku pihaknya belum memiliki data ODHA karena mobilitas yang tinggi seperti pekerja asing dan banyaknya warga pendatang yang masuk ke Kota Banda Aceh.

Kelompok-kelompok berisiko HIV/AIDS di antaranya pekerja salon, hotel maupun penginapan yang memang banyak terdapat di Banda Aceh sebagai kota yang pendapatan asli daerah (PAD) paling besar dari sektor jasa.

Selain itu meningkatnya pengguna narkoba di kalangan remaja juga menjadi faktor penyebaran HIV/AIDS.

Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin yang menjabat ketua KPAK Banda Aceh mengatakan, Pemerintah Kota telah menemukan beberapa hotel kelas melati, losmen, wisma dan penginapan yang terindikasi menjadi tempat transaksi seks.

Tempat-tempat tersebut diduga sebagai tempat berkembangnya penyebaran HIV/AIDS di Kota Banda Aceh. Sebelumnya Pemko telah menutup beberapa salon yang juga mempraktekkan hal serupa.

“Izin untuk salon terus kita pantau bila benar melakukan praktek di luar izin maka akan kita cabut juga losmen dan penginapan yang terindikasi menjadi tempat transaksi seks. Kita akan razia untuk menertibkannya,” kata Walikota.

Pascatsunami hingga saat ini terjadi peningkatan penderita HIV-AIDS di Aceh dalam empat tahun terakhir yang telah mencapai sebanyak 22 kasus, tujuh penderita di antaranya dilaporkan meninggal dunia. antara/abi

Sumber:http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=325888&kat_id=23

Leave a Reply